Melon hidroponik semakin populer karena keunggulannya dalam menghasilkan buah berkualitas tinggi dengan perawatan yang lebih efisien. Di Ladang Woh Ijo, kami telah mengembangkan metode hidroponik terbaik untuk memastikan pertumbuhan melon yang optimal. Berikut adalah panduan lengkap cara menanam melon hidroponik.
1. Persiapan Awal
- Benih melon berkualitas
- Media tanam (rockwool, cocopeat, atau hidroton)
- Nutrisi hidroponik (NPK, Kalsium, Kalium, dll.)
- Instalasi hidroponik (NFT, DFT, atau sistem wick)
- pH meter dan TDS meter untuk mengontrol kualitas larutan nutrisi
2. Penyemaian Benih
- Rendam benih dalam air hangat selama 6-8 jam.
- Letakkan benih di atas media tanam (rockwool/cocopeat) yang telah dibasahi.
- Simpan di tempat gelap selama 2-3 hari hingga berkecambah.
- Setelah muncul daun sejati, pindahkan ke sistem hidroponik.
3. Perawatan Tanaman
- Nutrisi: Gunakan larutan nutrisi dengan komposisi NPK 20-10-10 pada awal pertumbuhan dan NPK 13-27-27 saat pembentukan buah.
- pH Optimal: 5,5 - 6,5
- EC Nutrisi: 1,5 - 2,5 mS/cm
- Pencahayaan: Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari minimal 6-8 jam per hari.
4. Pemeliharaan dan Pengendalian Hama
- Lakukan pemangkasan daun yang tidak perlu untuk mempercepat pertumbuhan buah.
- Gunakan pestisida organik jika ada hama seperti kutu daun atau ulat.
- Pastikan kelembaban terjaga agar tanaman tidak terkena penyakit jamur.
5. Panen Melon Hidroponik
- Melon siap dipanen setelah 60-75 hari setelah tanam.
- Ciri-ciri melon siap panen:
- Kulit berubah warna dan memiliki aroma harum.
- Jaring pada permukaan kulit semakin tegas.
- Batang mulai mengering di dekat buah.